Sunday, February 28, 2016

Wisata Danau Toba - Indonesia


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info Umum Sekitar Danau Toba - Indonesia sekaligus
mempromosikannya pada Masyarakat Dunia, khsusnya Nusantara dan
lebih khsusus lagi Pulau Sumatra)
_____________________________________________________________________
















____________________

Kata Pengantar
____________________

Lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2013/04/warga-bogor-wisata-danau-toba.html
penulis mengurai Wisata Keluarga di Danau Toba sekitar Tahun yang lalu.
Karena isinya mengenai Wisata Keluarga maka fokus cerita-nyapun lebih
sefesifik ke kisah perjalanannya.

Nah...!

Untuk melengkapinya berikut info umum sekitar Danau Toba dan promosi
wisatanya lewat dukungan video wisata yang ada pada alamat :
- Danau Toba & Pulau Samosir
- Festival Danau Toba 2014 Digelar 17-21 September
- Selamat Datang di Danau Toba


Selamat menyimak...!

______________________________________________________________________

Sekilas info tentang Danau Toba dalam hubungannya dengan Pengertian
Sejarah dan Kerusakan Linkungan
______________________________________________________________________







* Hal Pengertian

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer
dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.
Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah
danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.


* Sejarah









Diperkirakan Danau Toba terbentuk saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun
yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang
paling baru.

Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan
bahwa jumlah total material pada letusan sekitar 2.800 km3 -sekitar 2.000 km3
dari Ignimbrit yang mengalir di atas tanah, dan sekitar 800 km3 yang jatuh
sebagai abu terutama ke barat. Aliran piroklastik dari letusan menghancurkan
area seluas 20.000 km2, dengan deposito abu setebal 600 m dengan kawah utama.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan kepunahan pada beberapa spesies
makhluk hidup. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah
manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu
sekitar 60 juta manusia.

Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli
masih memperdebatkannya. Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang
kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba.
Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael
Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika
Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler
oleh para ahli geologi di selatan dan utara India.

Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah
letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan
bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal
sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.

Selama tujuh tahun, para ahli dari universitas Oxford tersebut meneliti proyek
ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup
yang mereka tinggalkan di padang yang gundul.

Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput).
Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup
luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.

Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh
dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba.
Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu
vulkanik yang sama di 2100 titik.

Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil,
dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu
itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa
dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.

* Kerusakan lingkungan










Pada bulan Mei 2012, Pemkab Samosir menerbitkan surat keputusan (SK)
Bupati Samosir No. 89 tanggal 1 Mei 2012 tentang Pemberian Izin Lokasi
Usaha Perkebunan Hortikultura dan Peternakan seluas 800 hektare di Hutan
Tele, di Desa Partungkot Nagijang dan Hariara Pintu, Kecamatan Harian,
Kabupaten Samosir, Sumatera Utara kepada PT Gorga Duma Sari (GDS) yang
dimiliki seorang anggota DPRD Kabupaten Samosir, Jonni Sitohang.

Kemudian dilanjutkan dengan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) yang diberikan
oleh Kepala Dinas Provinsi Sumatera Utara melalui SK Kepala Dinas
Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir Nomor 005 Tahun 2013.

Ketua Pengurus Forum Peduli Samosir Nauli (Pesona), Rohani Manalu menyatakan
bahwa izin yang didapatkan ini membuat PT GDS melakukan penebangan atas kayu-
kayu alam di dalam hutan tanpa memiliki AMDAL. Rohani juga menyatakan
bahwa akibat lain adalah terjadinya longsor dan banjir yang menimbulkan
korban jiwa.

Akibat penebangan hutan Tele, lumpur hasil erosi di atas tanah bekas
penebangan tersebut telah menyebabkan pendangkalan sungai-sungai di
sekitar Danau Toba.




















Program penanaman sejuta pohon yang digerakkan pemerintah Provinsi Sumatera
Utara pun dikatakan tidak efektif karena banyak pohon yang mati karena tidak
dirawat. Hal ini menyebabkan tiga aktivis lingkungan Sumatera Utara, Marandus
Sirait, Hasoloan Manik (Kalpataru), dan Wilmar Eliaser Simandjorang (Satya
Lencana Karya Satya, Toba Award, Wana Lestari) mengembalikan semua piagam
penghargaan yang pernah diberikan pemerintah Provinsi Sumatera Utara,
Kementerian Kehutanan, dan Istana Negara.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya telah melayangkan dua surat
rekomendasi agar Bupati Samosir Mangindar Simbolon sebagai pemberi izin
usaha dan penanggung jawab agar memberikan sanksi administratif berupa
penutupan aktivitas usaha.[6] Setelah surat pertama tidak digubris,
Bupati Samosir menjawab surat kedua dengan menyatakan bahwa perusahaan
tidak melanggar sehingga tidak layak ditutup.[6][7] Karena Bupati tidak
melaksanakan rekomendasi, Kementerian Lingkungan Hidup pun memberlakukan
Pengambil Alihan Wewenang (Second Line Enforcement) dan menutup sementara
aktivitas PT GDS.

Setelah Kementerian Lingkungan Hidup turun langsung ke lokasi berdasarkan
temuan bahwa keputusan tidak digubris,[8][9] lalu Pemkab menyurati PT GDS
untuk menaati surat keputusan. PT GDS pun menghentikan semua kegiatan
operasional dan menarik alat-alat berat di kawasan tersebut berdasarkan
pengakuan Direktur GDS Jonni Sitohang.

_________________________________________________________________________

Sekilas Rayuan Parawisata Danau Toba pada masyarakat Dunia, khsusnya
Nusantara dan lebih khsusus lagi Pulau Sumatra
_________________________________________________________________________





















1. Wisata Alam (Keindahan Alam Danau Toba)

Para kawan masyarakat Dunia, Nusantara khsusnya pulau Sumatra diama-pun
berada saat ini...!

Hebat bukan Sejarah terbentuknya Danau Toba itu...?
Hebat-la itu...! Siapa bilang tak hebat. Pada saat meletusnya bukan saja
mempengaruhi keberadaan penduduk di Pulau Sumatra, Nusantara, Asia, tapi
juga dunia.

Bagaimana hal ini dapat diketahui...!
Karena para peneliti menemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama
di 2100 titik di Dunia. Adakah ledakan gunung berapi yang sering kita dengar
dalam 10  tahun terakhir ini yang sehebat ledakan Gunung Toba ini...?
Jelas, tidak ada.




















Kawan-kawan sekalian...!

Mengacu pada sejarah tersebut "Sungguh Sangat Sayang" atau "sangat Sayang
Sungguh" jika anda yang masih dalam keadaan sehat sampai sekarang ini
dengan ekonomi yang cukup memadai tidak menikmati "Hasil Dari Sejarah"
tersebut.

Berapa-la ongkos ke Danau Toba, jika yang sekarang ini sedang berada di
Bandung-lah anda. Murahnya itu...! Paling 1 Juta. Ah..taro-la 2 juta.
Enam-nya nga nol-nya itu. Iyakan Ujang, kalau yang si Ujang-lah namamu.

Co...!
Kau tengok dulu Jang...!
Bagimana indahnya Danau Toba ini dari jarak jauh :












Indahkan Jang...?
Menakjubkan bukan...?
Luar biasa bukan...?


Itu-la kubilang, "Jangan kau tunggu kau mendapat tugas dulu ke Sumatra
Utara baru ke Danau Toba...". Kalau kau ngak pernahan pendapat tugas dari
atasanmu, berarti tak jadi-jadi-lah kau ke Danau Toba.

Macam mana kau ini  ..!
Berangkat-lah sekarang kalau bisa, lagi discont pesawat ini soalnya.

bagaimana jang...!
Udah nyampe kau...?


* Hal Menara Tele

Para kawan sekalian...!

Dari sudut mana-pun anda memandang selagi anda berada di ketinggian,
maka Danau Toba itu akan selalu terlihat indah. Begitupun...! Jika
anda ingin puas, sebaiknya anda memandang dari Menara Tele yang mana
menara ini memang telah disiapkan sebagai tempat pandang utama danau
Toba.

Co...!
Clean lihat, cle'an pandang  kawan kita yang dari Papua ini sedang '
memandang dari Menara Tele. Indah bukan...?



















Itu-la kubilang tak percaya Cle'an...!
Sekarang Cle'an sudah percaya bukan...?

Makanya kawan...!
Nabung-lah kalau mau ingin melihat Danau Toba ini suatu saat nanti.
Jangan menyesal Cle'an, khsusnya para kawan yang ada di Bali sana.
Yang Clea'an kiranya cuma Bali aja yang hebat di Indonesia ini.
Asal Clean tahu aja, di Sumatra Utara juga ada "Bali yang pemandangan-nya
hebat" Tapi kapan-kapan-la itu kuceritakan.


* Hal Jembatan Tano Ponggol

Kawan sekalian ataupun ale-ale (Bhs. Batak Toba) di panapun berada...!

Pada saat terjadi letusan Dasyat "Gunung Toba" untuk kemudian disebut
Danau Toba sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu di Danau tersebut
belumlah ada yang namanya Pulau. Yang mana sama-sama kita ketahui salah
satu syarat untuk disebut pulau harus dikelilingi air.



















Dengan kata lain...!

Sampai seblum Penjajah Belanda datang ke Tanah Batak Pulau Samosir
sekarang ini masih dapat dilalui melalui darat atau tanah itu masih
menyatu dengan tanah Batak lainnya.

Nah...!

Setelah Belanda masuk ke Tanah Batak maka tanah yang menyatukan antara
pulau Samosir sekarang ini dengan tanah batak lainnya mereka potong
atau "Diponggol". sehingga tanah yang diponggol tersebut dapat dilalui
oleh air.

Dan ketika suau wilayah daratan telah dikelilingi oleh air maka dengan
sendirinya wilayah tersebut disebut Pulau.

Oya kawan...!
Di wilayah Sumatra Utara sungguh banyak wlayah atau tano yang sengaja
di ponggol oleh Belanda, khsusnya jalan yang menghubungkan Sumatra
Barat dan Sumatra Utara.

Ini gambaran tanah yang mereka potong dalam bentuk peta :


















Dan ini kondisi Tanah Ponggolnya saat ini setelah dipakai Jembatan :


















* Keindahan lainnya

Anda juga dapat menikmati keindahan Danau Toba, seperti gambaran beberapa
photo animasi di bawah ini :
























* Tugu Muara Siregar

Kalau sempat nikmati juga keindahan arsitektur dari Tugu Marga Siregar
di bawah ini :






















Atau mungkin tugu-tugu lainnya, yang dapat anda ketahui keberadaannya
lewat link :

http://angkolafacebook.blogspot.com/2014/02/tugu-batak-tugu-marga-marga-batak-dan.html

2. Wisata Histori (Sejarah Tanah Batak)

Para kawan sekalian...!

Tentu sangat panjang ceritanya jika kita membicarakan "Sejarah Tanah
Batak Dalam hubungannya dengan Danau Toba Sekitar-nya karena tempat
inilah yang menjadi induk dari semua suku Batak.

Karena sedemikian panjangnnya, maka dilain waktu saja kita bicarakan.
____________

Penutup
____________






















Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam....!



















___________________________________________________________________________
Cat. Sumber Animasi (Video Youtube) :
- Danau Toba & Pulau Samosir
- Festival Danau Toba 2014 Digelar 17-21 September
- Selamat Datang di Danau Toba


http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

No comments:

Post a Comment