Monday, December 5, 2016

Menjawab Berita Moncak Batak Telah Punah?


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Alasan punahnnya Motcak Batak
versi M.S Simatupang dan RP Siregar)
_____________________________________________________















________________

Kata Pengantar
________________

Para kawan seklian...!

Ada tulisan diKabar Indonesia yang membahas "Moncak
Batak Telah Punah?". Dan memberikan alasan kepunahannya
yang antara lain :

- Telah meninggalnya para suhu atau masternnnya
- kurannnya minat generasi batak untuk mempelajarinya

Penulis pikir alasan ini benar secara umum, jika
dibadingdengan jaman dulu dengan fokus sebelum
Indonesia Merdeka.

Negitupun, menurut hemat penulis, masih ada alasan
lainnnya yang menyebabkan Motcak batak itu memberi
kesan seperti punah yaitu titik...titik...dan...
titik...(Baca sub Judul dari penulis).

Nah berikut tulisan yang penulis maksud.

Selamat menyimak...!
_____________________________________________________

Moncak Batak Telah Punah?
Oleh : Marolop Simatupang, A.md 
_____________________________________________________










KabarIndonesia - Pada zaman kolonial Belanda puluhan
tahun yang silam, menurut kisah, banyak orang Batak
yang berjuang melawan penjajah dengan tangan kosong.

Mereka melawan kompeni dengan keahlian beladiri
khas Batak yang disebut Moncak (baca: Mossak) Batak.

Menurut cerita para orangtua dan manuskrip Batak kuno
(laklak), para jagoan beladiri Batak tersebut konon
memiliki keahlian dan keistimewaan tersendiri, seperti
tidak mempan senjata tajam (sajam), bisa meloncat jauh,
berlari dengan kencang, bahkan kebal terhadap timah
panas dari bedil-bedil penjajah.

Ilmu dan jurus para ahli Moncak zaman dahulu bervariasi.
Ada Moncak jurus bodat (monkey), jurus alogo (wind),
jurus udan (rain), dan yang paling kesohor jurus
harimo (tiger).









Dan masih banyak lagi jurus Moncak Batak yang sangat
ditakuti oleh penjajah pada saat itu. Jurus-jurus
tersebut nampak dari gerakan-gerakan para Parmoncak
(pemain Moncak) pada saat unjuk kebolehan, atau ketika
bertarung melawan musuh.

Di samping itu, para ahli beladiri khas Batak itu
juga ceritanya mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Dengan ramuan-ramuan tradisional, semacam herbal atau
jamu-jamuan sekarang, mereka membantu sesama yang sakit,
atau menolong rekan-rekan seperjuangan mereka yang
terluka di medan laga.









Semakin tinggi ilmu atau jurus-jurus yang dimiliki
seorang Parmoncak, semakin banyak penyakit yang bisa
disembuhkan. Parmoncak yang sudah ahli itu disebut
Guru Moncak, dalam bahasa sekarang Suhu (master).

Namun kini, jarang kita mendengar atau membaca
tentang Moncak Batak. Budaya beladiri turun temurun
itu telah tersisih oleh perkembangan zaman, serta
seiring muncul dan berkembangnya berbagai jenis
olahraga beladiri modern seperti kara-te, taek-won-do,
kung-fu, pencak silat, dan sebagainya.











Pada hal, kalau diperhatikan dengan saksama, gerakan-
gerakan olahraga Pencak Silat hampir mirip dengan
Moncak Batak.

Moncak Batak pun kini terancam tinggal sejarah.
Olahraga khas Batak yang juga menjadi salah satu dari
kekayaan budaya Indonesia ini pudar selain karena
suhu-suhunya telah meninggal juga karena minimnya
generasi muda yang melek budaya lokal, khususnya
dari pihak halak hita (untuk menyebut orang kita Batak)
yang mengembangkannya sehingga tidak ada yang meneruskan
(mengajarkan) dari satu generasi ke generasi berikutnya.










Sejatinya, kalau dicari, pasti banyak orang Batak yang
tinggal di Bona Pasogit (Sumatera Utara, khususnya
daerah di sekitaran Kabupaten Toba Samosir) atau
 mungkin juga yang tinggal di perantauan, yang, paling
tidak, masih bisa memperagakan Moncak Batak ini, namun
enggan unjuk kebolehan karena parmoncak di masa lalu
identik dengan kekerasan.

Ada baiknya, dengan kemasan seni budaya, olahraga
beladiri bernilai tinggi ini dipromosikan untuk tujuan
pengenalan budaya lokal dan menghibur.

Dan kelak bisa diandalkan menjadi daya tarik wisatawan
lokal dan mancanegara agar berkunjung ke Indonesia,
khususnya ke Tano Batak (Tanah Batak).


Sumber :
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=12&jd=Moncak+Batak+Telah+Punah%3F&dn=20090524224540

__________________________________________________

Tanggapan Pada motcak Batak Telah Punah
Oleh : Rahmat Parlindungan Siregar
__________________________________________________









* Tanggapan Umum

Pada intinya, saya setuju kalau dikatakan "Motcak
Batak telah Punah" jika kita melihat secara umum
keberadaan motcak ini di Tanah Batak sekitar tahun
80'an ke=atas.

Tapi di tahun 80'an ke bawah belum dapat dikatakan
punah, karena pada masa ini di Tanah Batak Angkola
masih terdapat beberapa perguruan Motcak Batak.

Hal ini penulis ketahui, karena dipinggiran rumah
penulis sendiri yang memang adanya dipingiran desa
di Sipirok Angkola ada suatu lapangan yang dimanfaatkan
untuk dua fungsi, yaitu :

1. Sebagai Lapangan tertutup mengadu ayam, dan
2. Sebagai Lapangan Latihan Motcak setiap sore












Guru motcak pada saat itu adalah guru Olahraga
juga di salah satu SD di Sipirok Angkola.

Penulis sendiri di sekitar tahun 1975, tidak mau
ikut belajar motcak pada masa itu. karena pada
saat yang sama ada orang Jawa yang datang ke
Sipirok untuk mengajarkan Ilmu Karate.

Dan penulis sendiri pada masa itu lebih menyukai
Ilmu Karate dari pada motcak. Harap maklum pada
saat yang sama di Sipirok Angkola sudah ada TV
kayu yang hitam putih itu.

Di TV ini cukup sering terlihat Ilmu Karate
lewat macam Film. Sedangkan Motcak pada masa
itu belum pernah masuk TV. Yah dengan sendirinya
yang hebat itu kan Karate.

* Tanggapan Khusus









Penulis setuju pada uraian Marolop Simatupang yang
mengatakan :

Moncak Batak pun kini terancam tinggal sejarah.
Olahraga khas Batak yang juga menjadi salah satu dari
kekayaan budaya Indonesia ini pudar selain karena
suhu-suhunya telah meninggal juga karena minimnya
generasi muda yang melek budaya lokal, khususnya
dari pihak halak hita (untuk menyebut orang kita Batak)
yang mengembangkannya sehingga tidak ada yang meneruskan
(mengajarkan) dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Begitu-pun, alasan paling pasnya sebagai gambaran
punahnnnya Motcak Batak, bukan saja karena suhu-suhunya
yang telah meninggal, tapi karena para suhu itu
sendiri terlalu banayak merahasiakan Ilmu
motcak itu guna mempertahankan dirinya.





















Maksud saya begini Tupang :

1. Hampir semua Ilmu Bela diri, datangnnnya dari para
   suhu atau masternya. Dan hampir juga setiap guru
   Bela diri menularkan Ilmu-nya pada murid--muridnya.

2. Begitupun Motcak Batak, diturunkan oleh suhunya-nya
   pada murid-muridnnnya, apakah muridnya adalah kaum
   kerabatnya atau tidak, tidak pula jadi masalah.

3. Masalahnya, "Guru motcak batak itu sendiri sendiri
   tidak pernah menurunkan Ilmunya secara utuh pada
   orang yang diajarkannnya atau muridnya.

4. Misalnya Tupang, si Suhu A atau si master A,
   mengetahui 7 Jurus Motcak batak, maka ia akan
   mengajar kannnya 6 jurus pada muridnya.

5. Kelak si Murid ini menjadi Master yang telah menguasai
   enam (6) jurus motcak akan menurubkan 5 Jurus untuk
   muridnya pula, agar beliau selalu lebih hebat.

6. Begitupun seterusnnnya, dari generasi ke generasi,
   hingga pada akhirnya Motcak itu hanya ada 1 Jurus.

7. Nah yang satu jurus ini-lah buru-buru dicatat sama
   orang batak, karena suhunya pada masa itu lagi sakit
   keras, untuk kemudian meninggal tanpa sempat
   mengajarkannnya pada generasi batak itu.








Karena itu pula...!

Kita tak perlu heran, kalau Motcak Batak itu mada
masa kini cuma ada satu Jurus.

Dan saya pikir Tupang, meskipun motcak Batak itu hanya
ada 1 jurus, tapi kehebatannnya sama dengan 7 Jurus,
kan lebih baik 1 jurus saja Tupang.

Untuk apa banyak-banyak, iyakan Tupang...?

"1 Jurus motcak jauh lebih bagus dari pada 7 jurus
karate yang bertele-tele".

Itu rahasianya Tupang, makanya Motcak batak itu
tetap dipertahankan sama Orang Batak. Apalagi
sudah ada pengalam bagi orang batak, "Apa-pun yang
tidak mereka pertahankan maka, akan diambil alih
sama orang lain, seperti halnya tor-tor itu.

Pendek kata Tupang, "Sepunah punahnya motcak batak,
sekali lagi Tupang...! Sepunah-punahnya Motcak batak,
dia tetaplah Motcak batak, karena masih ada 1 jurus
yang tersisa untuk membuktikan pada Dunia, bahwa
"Motcak batak memang beladirinya Orang batak).

Dan Orang batak itu sendiri adalah mereka-mereka yang
masih tetap dengan bangganya untuk selalu memberitahu
apa marganya dengan tanpa mempersoalkan apa nama sub
sukunya.

______________

Penutup
______________

Demikian infonya para kawan sekalian....!

Dan terimakasih pada semua unsur atau element yang
mengulas "Motcak Batak lewat media internet ini".

Semoga memberi manfaat, paling tidak untuk pengetahuan
masyarakat generasi Batak masa-masa yang akan datang.

Horas...!

...dan...

Selamat malam...!















_____________________________________________________
Cat :
membuka tabir misteri mossak batak
Mossak (Silat) Batak di Rumah Belajar Sianjur Mula-mula, Samosir
MOSSAK BATAK DI PAGODA PARAPAT
Pencak Silat Batak - mossak Asli Silat Batak













No comments:

Post a Comment