Monday, January 23, 2017

Glasses / Lens : General Understanding, History, Inventors, development and type



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Kacamamata. Madung...? Udah...?)
_________________________________________________________________














_______________

Kata Pengantar
_______________

Bukalah kamata-mu
bilakauingin memandangku...

adalah kutipan kilasan atau kilasan kutipan dari Rano Karno
lewat lagu yang berjudul "Bukalah Kacamata-mu".

Musik langsung ba...!
Udah ngak tahan ini.

Musik...!














Para kawan, teman atapun dongan dimana-pun berada dan beradong...!

Jika kita melihat bagaimana cara membuka kacamata, maka gambar di
dimatas adalah bagian dari caranya .

Pertanyaannya...!

Mengapa kaca mata di buka...?
mengapa...? Coba-la dulu Cle'an jawab...!
Udah Cle'an jawab...? Lama kali-pun...!

Menjawab begitu saja-pun Cle'an tak bisa, macam mana-la ini...!
Oke-lah kalau begitu, saya ganti pertanyaan-nya...!

"Pernahkah anda membuka kaca mata dari kekasih anda...?
Kalau yang punya kekasih-lah anda. Tak pernah...!

Ehem...!

Asal anda tahu...!

"Sesungguhnya di dalam proses pembukaan kacamata kekasih itulah
terdapat keromantisan yang sudah tak terkatakan". Kita bisa
melihat langsung bagaimana indahnya mata sang kekasih itu.

"Mata indah bola pinpong masihkah kau kosong..." syair Iwan Fals.

Musik...!


















Para kawan dimanpun berada...!

Berikut info sekitar kaca mata yang mungkin memberi guna bukan saja
untuk anda, tapi juga untuk kekasih anda, apakah anda mengatakan
Pacar, kekasih, Gandak, ualang, ippol nimata, Istri, dongan saripe,
dongan marbadai, dongan parsonduk bolon, dongan marsisonggkan,
marsitulakan centirip bersidorongan.

Selamat menyimak...!

_________________________

Sekilas info Kacamata
_________________________

* Pemahaman Umum


Kacamata adalah lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam
penglihatan (ada yang berangka dan ada yang tidak) [1] Sekarang selain
menjadi alat bantu penglihatan, kacamata juga sudah menjadi pelengkap
gaya serta menjadi alat bantu khusus untuk menikmati hiburan seperti
kacamata khusus tiga dimensi.

* Sejarah










Sejarah kacamata pertama kali dimulai dari Nero, seorang kaisar Roma,
yang berkuasa pada tahun 54 sampai 68 Masehi. Nero selalu menggunakan
batu permata cekung untuk membaca hingga menonton pertunjukan, walaupun
tidak diketahui dengan pasti apakah Nero memiliki masalah dengan
penglihatannya.

* Penemuan Kacamata










Bangsa Cina mungkin yang pertama kali menggunakan kacamata seperti
kacamata yang lazim digunakan sekarang ini. Biasanya kacamata itu
terbuat dari lensa yang berbentuk oval sangat besar dan terbuat dari
kristal batu serta bingkai dari tempurung kura-kura.

Supaya dapat memegang kacanya, bangsa Cina menggunakan dua kawat yang
diberi pemberat serta dicantolkan ke telinga mereka atau lensanya
diikatkan ke topi atau menggunakan kait yang dicantolkan ke pelipis
mereka. Bagi bangsa Cina waktu itu, kacamata hanya digunakan sebagai
jimat keberuntungan atau alat untuk membuat mereka terlihat lebih
keren dan berwibawa sehingga kadang mereka hanya mengenakan bingkai
kacamatanya saja tanpa lensa.

* Perkembangan









Kacamata mulai dikenal di Eropa pada abad ke 13. Namun berbeda dengan
bangsa Cina, orang Eropa menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan
mereka. Kacamata yang dikenakan masih menyerupai dengan kacamata bangsa
Cina yakni terbuat dari kristal batu atau batu transparan.

* Kacamata Abad 16 di Jerman

Kacamata pertama yang dipergunakan oleh orang Eropa hanyalah kaca
pembesar yang dipegang dengan satu tangan. Setelah itu barulah digunakan
lensa kaca ganda yang diberikan gagang supaya bisa dikaitkan ke telinga.
Lalu, gagangnya pun dihilangkan dan digantikan dengan pita atau tali agar
bias diikatkan ke kepala. Untuk beberapa waktu, orang menggunakan kacamata
per, yakni kacamata yang dijepit dengan alat sejenis peniti ke atas hidung.

Akhirnya, lama kelamaan, munculah ide untuk menggunakan kawat bengkok
yang dikeraskan supaya menjadi gagang di telinga.










Lensa yang digunakan untuk mengoreksi penglihatan konon digunakan oleh
Abbas Ibn Firnas pada  abad ke sembilan. Abbas Ibn Firnas menemukan
cara untuk memproduksi lensa yang amat jernih.

Lensa ini ada dibentuk dan diasah menjadi batu bulat yang dapat digunakan
untuk membaca sehingga terkenal dengan istilah batu membaca.

Pada akhir abad ke tiga belas, akhirnya ditemukan bahwa penggunaan kaca
sebagai lensa jauh lebih baik daripada menggunakan batu transparan.
Hal ini berdasarkan hasil penelitian ilmuan dan sejarawan Inggris yang
bernama Sir Joseph Needham.

Penelitiannya menunjukan bahwa kacamata ditemukan 1000 tahun lalu di
Cina dan tersebar ke seluruh dunia pada zaman kedatangan Marco Polo pada
tahun 1270.

Hal ini juga disebutkan oleh Marco Polo dalam bukunya tersebut. Walau
tidak diketahui secara pasti, namun orang percaya bahwa tukang kaca
lah yang menjadi penggagas hal ini.

* Penyempurnaan Kacamata









Pada tahun 1784, Benjamin Franklin, seorang ilmuwan Amerika, berhasil
menemukan kacamata bifokal yaitu kacamata yang dapat dipergunakan untuk
melihat baik untuk jarak jauh maupun jarak dekat.

* Jenis Kacamata

1. Kacamata Hitam

Kacamata hitam adalah kacamata yang mempunyai lensa yang
gelap (biasanya berwarna hitam). Tujuan pembuatan kacamata
ini adalah untuk melindungi mata dari cahaya silau hingga
cahaya ultraviolet (UV).

Kacamata hitam digunakan selain untuk melindungi mata dari cahaya,
juga sering digunakan untuk alasan gaya. Kacamata hitam juga
seringkali digunakan oleh para tuna netra untuk alasan estetika
supaya orang tidak bisa melihat mata mereka.

Kacamata hitam ini pertama kali digunakan pada abad 12 atau
mungkin lebih awal di Cina. Mirip dengan kacamata hitam, suku
Inuit juga menggunakan kacamata salju untuk melindungi mata
mereka, walaupun kacamata jenis ini tidak dapat mengkoreksi
kelainan yang dialami oleh mata.

3. Kacamata 3D

Kacamata 3D merupakan kacamata yang digunakan untuk menonton
film tiga dimensi di mana kacamata 3D ini merupakan alat bantu
vital untuk mendapatkan sensasi tiga dimensi. Kacamata ini
memiliki satu lensa yang berwarna merah dan satu lensa yang
berwarna biru atau cyan.

4. Kacamata Baca









Kacamata baca adalah kacamata yang digunakan untuk membantu
mata mencapai penglihatan normalnya ketika membaca. Kacamata
jenis ini menjadi kebutuhan bagi para penderita cacat mata.
Contoh kelainan mata yang dapat diperbaiki dengan kacamata
baca adalah

Miopi atau lazim disebut pula rabun jauh. Ini adalah sebuah
kelainan mata di mana mata tidak mampu melihat benda-benda
yang jauh , namun dapat melihat benda yang dekat akibat kelainan
lensa mata orang tersebut yang telah kehilangan gaya elastisitasnya.

Akibatnya cahaya pun tidak tepat jatuh pada retina melainkan
jatuh di depan retina. Kelainan mata ini bisa diatasi dengan
bantuan kacamata berlensa konkaf atau juga lazim dikenal
dengan kacamata minus.

5. Kacamata Baca









Hipermetropi atau lazim pula disebut rabun dekat. Ini adalah sebuah
kelainan mata di mana mata tidak mampu melihat benda yang dekat,
namun dapat melihat benda yang jauh akibat lensa mata orang tersebut
kehilangan elastisitasnya sehingga cahaya tidak jatuh tepat pada
retina melainkan jatuh di belakang retina. Kelainan mata ini bisa
diatasi dengan bantuan lensa konveks atau sering juga disebut kacamata plus.

Presbiopi atau sering juga disebut rabun tua karena biasanya kelainan mata
ini dialami oleh orang-orang yang sudah berusia di atas 40 tahun. Kelainan
jenis ini membuat si penderita tidak mampu melihat dengan jelas benda-benda
yang berada di jarak jauh maupun benda yang berada pada jarak dekat.
Untuk mengatasi kelainan mata ini, diharuskan mengenakan kacamata bifokal.








Astigmatisma atau akrab pula disebut dengan istilah silinder, adalah
sebuah gangguan pada mata yang membuat si penderita tidak mampu
membedakan garis lurus. Gangguan mata ini disebabkan karena adanya
permukaan yang tidak rata pada bagian mata sehingga ketika cahaya
dipantulkan melalui permukaan yang tidak rata tersebut, maka akan
mengirimkan cahaya yang tidak rata pula pada retina mata. Untuk mengatasi
masalah ini, dapat menggunakan lensa silinder.

Sekarang ini, kacamata lazim sekali menggunakan lensa plastik. Hal
ini disebabkan pertimbangan untuk melindungi mata si pengguna karena
lensa plastik tidak mudah pecah dibandingkan dengan lensa kaca.
Selain itu, dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih,
lensa kacamata plastik pun diusahakan supaya tidak mengalami pecah
berkeping-keping sehingga tidak membahayakan mata penggunanya.

Penggunaan kacamata pada zaman sekarang tidak lagi terbatas sebagai
alat bantu penglihatan. Saat ini, kacamata sudah menjadi salah satu
aksesoris fashion yang turut berkembang pesat.Tidak jarang pula
 kacamata menjadi gaya khusus bagi seseorang.

* Lensa Kontak, Alternatif Pengganti Kacamata










Walaupun begitu, kacamata sekarang ini mulai dirasa merepotkan. Walaupun
praktis dan mudah digunakan, namun kacamata juga dirasakan menghambat
manusia dalam berkegiatan seperti misalnya ketika berolahraga, ketika
makan-makan panas yang menyebabkan lensa kacamata berembun, berenang,
ketika berjalan di tengah hujan, atau melakukan perpindahan dari tempat
yang bersuhu cukup drastis misalnya dari tempat yang dingin sekali ke
tempat yang lebih hangat. Keberadaan lensa kontak untuk membantu
penglihatan serta operasi lasik pun mulai menjadi alternatif bagi
pengguna kacamata.

______________

Penutup
______________

Demikian infonya para kawan saudara saudari sekalian...!

...da....

apalagimaukubilang ,

Selamat malam ajalah ...!



















_______________________________________________________________
Cat :

No comments:

Post a Comment